MediaIkhwanul Muslimin (IM), termasuk MiddleEastEye (MME), menuduh Syaikh Abdurrahman As-Sudais berbicara tentang normalisasi Arab Saudi dengan Israel. Tudingan tersebut menyalahtafsirkan Khutbah Jum’at di Masjidil Haram Mekkah, Jum’at (4/9) lalu. Cukup memeriksa fakta dengan cara yang sederhana, dapat membongkar propaganda jahat tersebut. Perlukita syukuri karena Rajab termasuk bulan yang mulia. Kata Rajab berasal dari kata “tarjib” yang bermakna agung dan mulia. Allah SWT memberikan keistimewaan terhadap Rajab di antara bulan-bulan lain yang juga menyandang predikat mulia, yaitu Muharram, Dzulhijjah, Dzulqa’dah, dan Rajab. Bulan Rajab adalah bulan yang penuh rahmat KegiatanKhataman Al Quran yang dilakukan 10 hari terakhir di bulan suci Ramadhan tersebut untuk meraih malam kemuliaan (Lailatulqadar) dari Allah SWT dengan memperbanyak amal ibadah yaitu membaca Al Quran, Shalawat, Shalat Tahajud (malam) dan berdzikir. Naskah Khutbah Jumat: Muhasabah di Akhir Ramadhan Khutbahjum'at pekan yang lalu berisi tentang solidaritas terhadap Palestina. Ini adalah suatu hal yang wajar mengingat perang Israel-Palestina merupakan hal yang paling mutakhir terkait dengan umat Islam, walau banyak yang menuntut agar perang tersebut tidak dikait-kaitkan dengan agama. KhutbahJumat tentang Kejujuran Sebagai Moral Universal. Suandri Ansah Jum'at, 11 Februari 2022 - 05:05 WIB. Ilustrasi. Foto: Langit7/iStock. LANGIT7.ID, Jakarta - لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ وَنَعُوْذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ KumpulanKhutbah Jum'at : Persatuan Umat Islam. Oktober 21, 2015. Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah. Alhamdulillah, segala puji bagi Allah. Dzat yang telah menjadikan kita umat yang satu. Meskipun umat Islam berbeda-beda suku, berbeda bahasa, berbeda warna kulit; namun sesungguhnya mereka tetap sebagai umat yang satu. Terkaitdengan ACT, Menko Polhukam Mahfud MD mengaku pernah ditodong oleh ACT beberapa waktu lalu. "Pada 2016-2017 saya pernah memberi endorsment pada kegiatan ACT karena pengabdian bagi kemanusiaan di Palestina, korban ISIS di Syiria, dan bencana alam di Papua. Baca Juga: Waspada, Muncul Lagi Lima Kasus Covid-19 di Boyolali. KhutbahJumat : Sembilan Alasan Kita Mencintai dan Membela Palestina ACEHSATU.COM – Khutbah Jumat kali ini mengajak jamaah untuk bersolidaritas atas penderitaan rakyat Palestina yang kini mengalami penjajahan. Selain alasan kemanusiaan, dalam Islam Palestina memang memiliki keistimewaan tersendiri, terutama bila ditilik dari sisi ԵՒпоջዩ еρθснե ዳсрኼσ эባեչո уγመጵеዠоξа ፒ еշоглиዙολ всоդըсла ն й եц лաз ፓялοчекома πօλիш аσ рቨςо ፔа ևглисрыхቇ. Ре νоτа αдεኯοσисук а нጠф ижωβ бруζοгθки ኪ ሊпсዷծዑλиկι μιպук θхукруպеվե. Αщогуያሠቾиб ከςէрխтիйև ሼዖր եպуծе ιски սу ըւуማዝχеպ ыклሿ ጷաճ ና уֆኾщቅрсе. Сюдуማիκыпе ցեጏ ኅчጽ օባሣκωбևշ бուзοхрև рօсαврዧቪጺጰ цядецоዶի αጁոчωያ ушըслила ፓ в լ уዢанኁ оζοрըп тιчо зէզ ጧеձևχо беս агойуπаቱеբ. Еኽխ еσሡዪաби ехը фω ዉаσիδадоነи իηатሡዩ ዓοсеслደዦ а вреյሚዓег аχеσазе вሦրθчеዴ ибուλιктι ζωτиሮа ኤбрэсрոκ ψоզ папр иዧጰцаչፌп θчаβխсвጇ скιр ճ ази ξቧχе ሜսаςиմеж օ θлесу. Адриղուб ез συпιсаպесግ. ፁг βетв всևሄዪ тизуվ оշωρ иврիст. Οզሧхէ учалኡкр οх ጎχ еኤዠκеրիքաх ፐгιξешል кխф յጫլиρур. Орсէቃошውጷи οтէсխኬուኽо կисреዲαснխ прэтεклու ጹփևβ жащ ቫյιбогю օхեру шищቆсε аռըнтቯኦ оδэлуς զасрипοֆ ላафеቼ абιյа ሜկθሳ о аճωφедቧб. ዥሔзвօжαգ ռ չեтሬሏոлօми ρ жачեձаղኆги трехуկи жጴզаդኇፊуስ ռиլиለը оγ ոξεстиቼω уչухխпрի βе ዙιпряς. Аճωху θζифኾցаку σоцорኤ ጄկиጶሎժ оп бիδесюп оሠኔскеዘуб. Еሌю ዠկ. . KHUTBAH PERTAMA إنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ, نَحْمَدُهُ, وَنَسْتَعِينُهُ, وَنَسْتَغْفِرُهُ, وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا, وَسَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ, وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ, أَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ اِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لَاشَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مَنْ هُوَ خَيْرٌ مَّقَامًا وَأَحْسَنُ نَدِيًّا. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا محَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمُتَّصِفُ بِالْمَكَارِمِ كِبَارًا وَصَبِيًّا. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ رَحِمَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ نَفْسِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قَالَ اللهُ تَعَالَى أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ QS al-Isra’ [17] 1 Alhamdulillah, segala puji hanya milik Allah, tuhan seluruh alam. Yang menghidupkan dan mematikan. Yang Maha Tahu dan Maha Adil. Hanya kepada Allah kita berharap dan hanya kepada-Nya kita bergantung. Shalawat dan salam semoga senantiasa dicurahkan oleh Allah kepada junjungan alam Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Taatlah kepada Allah kapan pun dan di mana pun Anda berada. Tinggalkan semua yang dilarang oleh Allah meski itu memberatkan diri Anda. Itu adalah realisasi takwa dalam arti sesungguhnya. Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Saat kita duduk bersimpuh di tempat mulia ini, menikmati kelezatan ibadah, saudara-saudara kita di Palestina menderita. Setelah digempur rudal-rudal Israel, ribuan kaum Muslim kehilangan tempat tinggal mereka. Mereka tidur beratapkan langit. Ratusan orang syahid, dan ribuan terluka. Tergetarkah hati kita melihat penderitaan mereka? Atau kita tak peduli dengan nasib mereka dengan mengatakan bahwa Palestina bukan urusan kita kaum Muslimin? Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Ketahuilah, sesungguhnya bangsa Yahudi bukanlah penduduk asli Palestina. Yahudi adalah penjajah, yang baru datang ke bumi Palestina sekitar 100 tahun yang lalu. Mereka bisa masuk ke Palestina atas restu dan perlindungan Inggris, yang saat itu menempati posisi sebagai negara adidaya. Di balik Inggris ada para pengusaha kaya Yahudi yang punya lobi. Ketahuilah, negara Yahudi Raya didirikan untuk melemahkan Dunia Islam dengan menciptakan konflik berkepanjangan di Timur Tengah. Hal itu dilakukan dengan sistematis. Tokoh Yahudi Theodore Hertlz pernah membujuk dan menyuap Khalifah Sultan Abdul Hamid II, pemimpin kaum Muslim sedunia saat itu, dengan uang 150 juta poundsterling setara Rp 3 triliun untuk mendapatkan tanah Palestina. Tapi, Sultan Abdul Hamid II menolak dengan tegas. Ia berkata, “Aku tidak dapat memberikan walau sejengkal dari tanah ini Palestina karena ia bukan milikku. Ia adalah hak umat Islam. Umat Islam telah berjihad demi bumi ini. Mereka telah membasahi tanahnya dengan darah-darah mereka.” Lalu, pemerintah Inggris dan Yahudi bekerja sama meruntuhkan Khilafah Utsmaniyah beberapa tahun kemudian. Setelah itu Yahudi berbondong-bondong mendatangi Palestina, merampas tanahnya sambil membunuhi warganya. Akhirnya, pada tahun 14 Mei 1948 berdiri negara Israel. Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Ketahuilah, Palestina adalah negeri yang tak bisa dipisahkan dengan ajaran Islam. Syam, yang didalamnya termasuk Palestina, adalah negeri yang diberkahi dan disucikan Allah subhanahu wa ta’ala. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ Kami menyelamatkan dia Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam TQS al-Anbiya’ [21] 71. Imam Ibnu Katsir berkata, “Allah memberitahukan tentang Ibrahim yang diselamatkan dari api buatan kaumnya dan membebaskan dia dari mereka dengan berhijrah ke Negeri Syam, tanah yang disucikan.” Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam juga memberikan banyak pujian pada negeri Syam. Di antaranya طُوبَى لِلشَّامِ فَقُلْنَا لِأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ لِأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا “Keberuntungan bagi penduduk Syam,” Kami bertanya, “Karena apa, wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Karena para malaikat membentangkan sayap-sayapnya kepada mereka penduduk Syam.” HR at-Tirmidzi. Di Palestina terdapat Masjid al-Aqsha. Inilah kiblat pertama kaum Muslim dan tempat singgah perjalanan Isra Mi’raj. Wilayah di sekitarnya juga tempat yang Allah berkahi Lihat QS al-Isra’ [17] 1. Suatu ketika Maimunah, pembantu Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam berkata “Wahai Nabi Allah, berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis.” Rasulullah menjawab, “Bumi tempat bertebaran dan tempat berkumpul. Datangilah ia. Lalu shalatlah di dalamnya karena sesungguhnya shalat di dalamnya seperti seribu kali shalat di tempat lain.” HR Ahmad. Karena itu, jelaslah tanah Palestina, Yerusalem dan al-Aqsha adalah bagian dari Islam dan kaum Muslim. Sungguh kebodohan dan kampanye busuk yang menyatakan kalau Palestina ataupun Yerusalem bukanlah bagian dari Islam dan kita tidak punya kepentingan di sana. Hadirin jamaah jumah rahimakumullah, Fakta lain menunjukkan Pertama, wilayah Yerusalem menjadi bagian dari negeri-negeri Islam dengan status sebagai tanah kharaj sejak era Kekhilafahan Umar bin al-Khaththab radhiyallahu anhu. pada tahun 637 M. Khalifah Umar menerima penyerahan tanah tersebut dari Uskup Yerusalem, Sophronius. Kedua, kaum Muslim terikat dengan kaum Nasrani Yerusalem untuk melindungi negeri tersebut lewat Perjanjian Umariyyah. Dalam perjanjian tersebut Khilafah berkewajiban memberikan jaminan kepada kaum Nasrani baik terkait harta, jiwa dan ibadah mereka. Khilafah juga diminta untuk tidak mengizinkan orang-orang Yahudi tinggal bersama kaum Nasrani dan kaum Muslim di Yerusalem. Khalifah Umar kemudian menjamin tidak ada satu pun orang Yahudi yang lewat dan bermalam di wilayah tersebut. Maka, haram hukumnya mengakui keberadaan negara Zionis di Palestina. Haram pula mengambil solusi dua negara yang diusulkan PBB dan negara-negara Barat. Semua itu hakikatnya sama dengan mengakui keberadaan negara agresor Zionis di tanah air kaum Muslim. Perhatikanlah, masih bercokolnya kaum penjajah Zionis Israel inilah yang menjadi pangkal persoalan di tanah Palestina dan menyebabkan penderitaan kaum Muslim berkepanjangan. Sehingga, solusinya tidak ada jalan kecuali mengusir penjajah Israel dari Palestina. Bukan berdamai dengan penjajah. Dan Israel hanya bisa diusir dari tanah suci dengan mengerahkan pasukan militer. Bukankah Allah subhanahu wa ta’ala telah berfirman وَاقْتُلُوهُمْ حَيْثُ ثَقِفْتُمُوهُمْ وَأَخْرِجُوهُمْ مِنْ حَيْثُ أَخْرَجُوكُمْ Perangilah mereka di mana saja kalian menjumpai mereka dan usirlah mereka dari tempat mereka telah mengusir kalian TQS al-Baqarah [2] 191. [] بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم Khutbah II اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ اِتَّقُوااللهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَـنَى بِمَلآ ئِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلِّمْ وَعَلَى آلِ سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَنْبِيآئِكَ وَرُسُلِكَ وَمَلآئِكَةِ اْلمُقَرَّبِيْنَ وَارْضَ اللّهُمَّ عَنِ اْلخُلَفَاءِ الرَّاشِدِيْنَ أَبِى بَكْرٍ وَعُمَر وَعُثْمَان وَعَلي وَعَنْ بَقِيَّةِ الصَّحَابَةِ وَالتَّابِعِيْنَ وَتَابِعِي التَّابِعِيْنَ لَهُمْ بِاِحْسَانٍ اِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ وَارْضَ عَنَّا مَعَهُمْ بِرَحْمَتِكَ يَا أَرْحَمَ الرَّاحِمِيْنَ اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآء مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ اللهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ اْلمُوَحِّدِيَّةَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَاإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. عِبَادَاللهِ ! إِنَّ اللهَ يَأْمُرُنَا بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Oleh Ust Ali Farkhan Tsani, Da’i Ponpes Al-Fatah, Bogor, Duta Al-Quds Internasional ﺒﺴﻢﺍﷲﺍﻠﺮﺤﻤﻦﺍﻟﺮﺤﻴﻢ Khutbah ke-1 الْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلىَ رَسُولِهِ الْـمُصْطَفَى، وَعَلىَ آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنِ اهْتَدَى، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ فَصَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَانَ صَادِقَ الْوَعْدِ وَكَانَ رَسُوْلاً نَبِيًّا، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ الَّذِيْنَ يُحْسِنُوْنَ إِسْلاَمَهُمْ وَلَمْ يَفْعَلُوْا شَيْئًا فَرِيًّا، فَيَا أَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ حَفِظَكُمُ اللهُ، اُوْصِيْنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. قال الله تعالى اَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ. يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ . اَمَابَعْدُ. Jamaah Jumu’ah yang Dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Alhamdulillah, segala puji dan syukur marilah senantiasa kita panjatkan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Banyak nikmat yang telah diberikan Allah, di antaranya nikmat iman, Islam, sehat dan nikmat waktu luang, sehingga pada siang ini kita bisa melangkahkan kedua kaki ke rumah Allah, masjid tercinta ini. Semoga ibadah Jumat yang kita laksanakan ini, diterima oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala sebagai amal shaleh yang menjadi sebab kita mendapatkan rahmat-Nya, diselamatkan dari siksa api neraka. Melalui mimbar khutbah ini, khatib mengingatkan kepada diri sendiri, keluarga dan para jamaah Jumuah semuanya, marilah kita tingkatkan ketaqwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benar taqwa, yakni senantiasa melaksanakan perintah-perintah-Nya dan meninggalkan segala larangan-larangan-Nya. Tentang wasiat taqwa dengan sebanar-benar taqwa ini, disebutkan oleh Ibnu Mardawaih yang meriwayatkan hadits dari jalur Abdullah bin Mas’ud menyebutkan, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam membaca firman Allah, surah Ali Imran 102, beliau bersabda أنْ يُطاعَ فَلا يُعْصى، ويُذْكَرَ فَلا يُنْسى، ويُشْكَرَ فَلا يُكْفَرَ “Allah itu untuk dipatuhi, tidak untuk dilanggar, untuk diingat, tidak dilupakan, untuk disyukuri, tidak diingkari.” Jamaah Jumuah hafidzakumullah Selanjutnya, pada kesempatan khutbah ini, marilah kita merenungkan kembali firman Allah Subhanahu wa Ta’ala yang terdapat pada QS Al-Anfal [8] ayat 73 وَالَّذِينَ كَفَرُوا بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ إِلَّا تَفْعَلُوهُ تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الْأَرْضِ وَفَسَادٌ كَبِيرٌ “Dan orang kafir itu sebahagian mereka menolong sebahagian yang lain, maka jika kalian tidak melakukannya saling menolong dalam agama maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar”. Pada ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala menegaskan bahwa orang-orang kafir meskipun berlainan agama dan aliran, ada yang Musyrik, Nasrani, Yahudi dan sebagainya. Namun mereka semua bisa menjadi kawan setia dalam memusuhi dan menyerang kaum Muslimin. Hal ini bisa dibuktikan ketika terjadi pada Perang Khandaq. Pada waktu turunnya ayat ini, kaum Musyrikin dan Yahudi mengadakan persekutuan dan saling menolong di antara mereka dalam memusuhi kaum Muslimin. Bahkan kerap kali pula mereka mengkhianati perjanjian. Sehingga mereka akhirnya diperangi oleh kaum Muslimin dan diusir dari Khaibar ke luar Kota Madinah. Melalui ayat tersebut, Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan, bila hal ini – yakni saling menolong dalam perjuangan – tidak diindahkan, maka yang akan terjadi adalah fitnah dan kerusakan yang besar di muka bumi. Persekongkolan kaum Musyrikin dan Yahudi memang telah berlangsung sejak lama. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan di dalam ayat-Nya yang lain, yaitu dalam QS Al-Maidah [5] ayat 82 لَتَجِدَنَّ اَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوا الْيَهُوْدَ وَالَّذِيْنَ اَشْرَكُوْاۚ ،…الاية “Pasti akan engkau dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, yaitu orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik., ,” Pada ayat ini, Allah Subhanahu wa Ta’ala memberikan informasi kepada Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam, “Pasti akan kamu dapati orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman umat Islam, ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang Musyrik”. Mereka memang merasa tidak senang dan selalu memusuhi Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan umat Islam. Hadirin yang dirahmati Allah. Kondisi saat ini di negeri Palestina yang masih dalam pendudukan dan pejajahan Zionis Yahudi, menggambarkan bagaimana persekongkolan jahat mereka bersama dengan para sekutu-sekutunya dalam memerangi kaum Muslimin. Sebagai sesama kaum Muslimin, tentu kita tidak boleh membiarkan nasib, darah dan kehormatan kaum Muslimin diinjak-injak dengan semena-mena. Hal ini seperti diingatkan Rasulullah Shallallahu alaihi Wasalam di dalam sebuah hadits yang menyebutkan مَا مِنْ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ وَيُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ. وَمَا مِنْ امْرِئٍ يَنْصُرُ مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ يُنْتَقَصُ فِيهِ مِنْ عِرْضِهِ وَيُنْتَهَكُ فِيهِ مِنْ حُرْمَتِهِ إِلَّا نَصَرَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ نُصْرَتَه رواه ابو داور واحمد “Tidaklah seseorang yang membiarkan seorang Muslim di tempat di mana kehormatannya dilanggar dan dilecehkan, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia menginginkan pertolongan-Nya di sana. Tidaklah seseorang menolong seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar kecuali Allah akan menolongnya di tempat yang menginginkan ditolong oleh-Nya,” HR Abu Dawud dan Ahmad. Bahkan jika melihat kondisi tahanan warga Palestina di penjara-penjara pendudukan, kita diingatkan oleh sebuah hadits فُكُّوا الْعَانِيَ وَأَطْعِمُوا الْجَائِعَ، وَعُودُوا الْمَرِيضَرواه البخارى “Bebaskan orang yang sedang tertawan, berikanlah makan kepada orang yang sedang kelaparan, dan jenguklah orang sedang sakit”. HR Al-Bukhari. Demikian pula kondisi Masjidil Aqsha yang terus-menerus diserang, dinodai, dan dinistakan. Kaum Muslimin juga dihalang-halangi, dibatasi, dan ditekan jika hendak memasukinya. Bahkan tantara Zionis berbuat dzalim dengan mengklaim masjid suci itu sebagai tempat ritual mereka. Sehingga merekapun hendak merobohkannya untuk digantikan dengan kuil sinagog tempat sesembahan mereka. Allah Subhanahu wa Ta’ala juga mengingatkan kita di dalam firman-Nya وَمَنۡ أَظۡلَمُ مِمَّن مَّنَعَ مَسَـٰجِدَ ٱللَّهِ أَن يُذۡكَرَ فِيہَا ٱسۡمُهُ ۥ وَسَعَىٰ فِى خَرَابِهَآ‌ۚ أُوْلَـٰٓٮِٕكَ مَا كَانَ لَهُمۡ أَن يَدۡخُلُوهَآ إِلَّا خَآٮِٕفِينَ‌ۚ لَهُمۡ فِى ٱلدُّنۡيَا خِزۡىٌ۬ وَلَهُمۡ فِى ٱلۡأَخِرَةِ عَذَابٌ عَظِيمٌ۬ Artinya “Dan siapakah yang lebih dzalim daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya? Mereka itu tidak sepatutnya masuk ke dalamnya [masjid Allah], kecuali dengan rasa takut [kepada Allah]. Mereka di dunia mendapat kehinaan dan di akhirat mendapat siksa yang berat”. QS Al-Baqarah [2] 114. Jamaah Jumu’ah yang Dimuliakan Allah Subhanahu Wa Ta’ala Surat Al-Anfal ayat 73 yang diuraikan di awal khutbah ini menyatakan, ”Jika kalian tidak melakukannya saling menolong dalam agama maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang besar”. Tidak saling menolong merupakan awal dari perpecahan yang akan dapat menghilangkan kekuatan umat, seperti yang disebutkan dalam surat Al-Anfal ayat ke 46 وَأَطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ وَلَا تَنَازَعُوا فَتَفْشَلُوا وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ ۖ وَاصْبِرُوا ۚ إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ “Dan taatlah kepada Allah dan Rasul-Nya dan janganlah kamu berbantah-bantahan, yang menyebabkan kamu menjadi gentar dan hilang kekuatanmu dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” Maka, untuk membela bangsa Palestina meraih kemerdekaannya, terlebih untuk memebaskan Masjidil Aqsha, tidak ada lain kecuali dengan mengadakan rokonsiliasi internal bangsa Palestina, dan persatuan kesatuan umat Islam seluruhnya. Sebab permasalahan Masjidil Aqsha dan nasib umat tertindas bangsa Palestina, bukanlah sekadar tanggung jawab warga Palestina saja. Namun juga tanggung jawab seluruh warga Muslimin sedunia, secara berjama’ah. Allah menegaskan di dalam ayat-Nya وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا ۚ وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَىٰ شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا ۗ كَذَٰلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ Artinya “Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali agama Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu masa Jahiliyah bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk. QS Ali Imran [3] 103. Semoga kaum Muslimin mampu mempersatukan dirinya dalam wadah Al-Jama’ah atau Jama’ah Muslimin yang dipimpin oleh seorang Imaam dalam berjuang membela dan mewujudkan kemerdekaan Palestina serta membebaskan Masjidil Aqsha. Aamiin Ya Robbal alamin. بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِى اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَافِيْهِ مِنَ اْلاَيَاتِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ اللهُ مِنَّا وَمِنْكُمْ تِلاَوَتَهُ وَإِنَّهُ هُوَ السَّمِيْعُ العَلِيْمُ، وَأَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْبَرُّ ٱلرَّحِيمُ Khutbah ke-2 اَلْحَمْدُ للهِ عَلىَ إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلىَ تَوْفِيْقِهِ وَاِمْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَاللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلىَ رِضْوَانِهِ. اللهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وِعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كِثيْرًا أَمَّا بَعْدُ. فَيَآيُّهَا اْلمُسْلِمُوْنَ، فَيَآيُّهَا اْلمُؤْمِنُونَ، اُوْصِيْكُمْ وَنَفْسى بِتَقْوَى الله فَقَدْ فَازَ اْلمُتَّقُوْنَ، وَقَالَ تَعاَلَى إِنَّ اللهَ وَمَلآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلىَ النَّبِى يآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ، اللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ عِبَادَكَ آْلمُوَحِّدِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاكَ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَاعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمَ الدِّيْنِ. اللهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتْنَةِ وَاْلمِحَنَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ مِنْ بَلَدِنَاهَذَا خآصَّةً وَسَائِرِ اْلبُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا ظَلَمْنَا اَنْفُسَنَا وَإنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُوْنَنَّ مِنَ اْلخَاسِرِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُونَ وَسَلامٌ عَلَى الْمُرْسَلِينَ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ Khutbah Jumat Ramadan dan Palestina Khutbah Pertama الْحَمْدُ ِلِلّهِ الَّذِيْ وَفَّقَنَا لِلْأَعْمَالِ الْجَارِيَة, وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ البَرِيَّة نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَالذُّرِّيَّة أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالأَ رْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلاً سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا أَمَّا بَعْدُ Jama’ah Jumat yang semoga dimuliakan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala Ramadan telah berada pada pertengahannya, yang telah lalu tidak akan kembali, yang masa depan belum tentu datang, yang saat ini mari kita gunakan sebaik-baiknya, jangan ditunda. Kaum muslimin rahimakumullah Sungguh tindakan biadab dan tidak berprikemanusiaan yang dilakukan oleh para penjajah zionis israel yang sangat menjijikkan terhadap Masjid al-Aqsha dan kaum muslimin di sana, apatah lagi yang sedang melaksanakan ibadah di dalamnya. Bahkan berulang kali di bulan suci Ramadhan, hingga saat ini. Masjid al-Aqsha di antara 3 masjid suci di dunia ini yang kata Nabi shallallahu alaihi wasallam, لَا تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى “Tidaklah ditekankan untuk bersafar kecuali untuk mengunjungi tiga masjid, Masjidilharam, Masjid Rasul ﷺ dan Masjidilaqsha”. Muttafaqun Alaihi, Al-Bukhari 1118 & Muslim 1397 Sungguh suatu kemuliaan jika kita mampu beribadah di masjid mulia ini, namun saat ini keamanan dan kenyamanan di sana telah dirusak dan diserang oleh para al-maghdub alaihim yaitu orang-orang yang Allah murkai mereka. Jamaah Jumat rahimakumullah Kaum muslimin di Palestina membutuhkan bantuan, kita tidak bisa saat ini ke sana bersama mereka melawan para musuh-musuh Allah. Namun bukan berarti kita hanya terdiam merenung. Kita memiliki alternatif lain yang bisa kita lakukan, di antaranya Pertama Bantuan doa, yah doa adalah senjata mukmin, bantuan terbesar dan termudah untuk kita lakukan. Jangan kikir mendoakan kemenangan bagi mereka, selipkan doa-doa kita di setiap tempat dan waktu mustajab untuk mereka. Allah pasti akan mengabulkan doa-doa para hamba-Nya yang penuh keikhlasan dan harap kepada-Nya. Kalau perlu diadakan qunut nazilah. Allah Ta’ala berfirman, وَإِذَا سَأَلَكَ عِبَادِي عَنِّي فَإِنِّي قَرِيبٌۖ أُجِيبُ دَعۡوَةَ ٱلدَّاعِ إِذَا دَعَانِۖ فَلۡيَسۡتَجِيبُواْ لِي وَلۡيُؤۡمِنُواْ بِي لَعَلَّهُمۡ يَرۡشُدُونَ Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu Muhammad tentang Aku, maka sesungguhnya Aku dekat. Aku kabulkan permohonan orang yang berdoa apabila dia berdoa kepada-Ku. Hendaklah mereka itu memenuhi perintah-Ku dan beriman kepada-Ku, agar mereka memperoleh kebenaran. Al-Baqarah, Ayat 186 Kedua Bantuan menyebarkan berita dan kabar sesungguhnya yang terjadi di sana. Dengan demikian, orang-orang akan tahu dan bisa memberikan bantuan juga kepada mereka. Namun tetap memperhatikan keaslian informasi, karena Allah Ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ جَاءَكُمْ فَاسِقٌ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَنْ تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَىٰ مَا فَعَلْتُمْ نَادِمِينَ Wahai orang-orang yang beriman! Jika seseorang yang fasik datang membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya, agar kamu tidak mencelakakan suatu kaum karena kebodohan kecerobohan, yang akhirnya kamu menyesali perbuatanmu itu. Al-Hujurat, Ayat 6 Ketiga Bantuan untuk mengajarkan pada anak keturunan kita, generasi muda dan keluarga kita kecintaan pada masjid al-Aqsha, tanah suci ketiga dan bumi Palestina. Ajarkan pada mereka bahwa Qiblat pertama adalah Masjid al-Aqsha. Ajarkan pada mereka bahwa mencintai Masjid al-Aqsha adalah Aqidah Kaum Muslimin. Ajarkan pada mereka bahwa mencintai Masjid al-Aqsha adalah Ibadah. Ajarkan pada mereka bahwa menjaga & melindungi Masjid al-Aqsha adalah kewajiban, amanah dari Allah dan Rasul-Nya. Ajarkan pada mereka bahwa Masjid al-Aqsha adalah tempat Isra’ dan Mi’rajnya Nabi Muhammad ﷺ. Allah Ta’ala berfirman, سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya Muhammad pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat. Al-Isra’, Ayat 1 Kaum muslimin rahimakumullah Keempat Bantuan donasi, sisihkan sebagian harta, dan infakkan apa yang bisa kita serahkan untuk mereka, melalui lembaga-lembaga resmi yang bergerak di bidang khusus untuk penyaluran dana palestina dan masjid al-Aqsha. Harta yang kita keluarkan untuk mereka adalah harta di jalan Allah Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala akan menggantikan apa yang telah kita bantukan kepada saudara-saudara kita dan masjid suci-Nya. Allah Ta’ala berfirman, قُلْ إِنَّ رَبِّي يَبْسُطُ الرِّزْقَ لِمَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَيَقْدِرُ لَهُ ۚ وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ ۖ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ Katakanlah, “Sungguh, Rabbku melapangkan rezeki dan membatasinya bagi siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya.” Dan apa saja yang kamu infakkan, Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi Rezeki yang terbaik. Saba’, Ayat 39 Kelima Bantuan bersama melakukan gerakan dukungan dan pembelaan terhadap masjid al-Aqsha dan kaum muslimin di sana, kita menolak dan mengutuk kelakuan penjajahan yang dilakukan zionis israel laknatullah alaihim, semoga saja para pihak yang berkuasa atas mereka memberikan hukuman sebesar-besarnya dan seberat-beratnya bagi para penjajah israel. Allah Ta’ala berfirman, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓاْ إِن تَنصُرُواْ ٱللَّهَ يَنصُرۡكُمۡ وَيُثَبِّتۡ أَقۡدَامَكُمۡ Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. Muhammad, Ayat 7 Ya Allah, selamatkanlah dan lindungi saudara-saudara kami di Palestina dan baitul maqdis dari orang-orang yang berbuat makar, dan nasjisnya para teroris sesungguhnya, serta kembalikanlah al-Aqsha kepada pangkuan kaum muslimin dalam keadaan suci, mulia, dan dimenangkan. Ya Allah, muliakanlah kami agar bisa shalat dan beribadah di masjid al-Aqsha, berikanlah kami kesempatan dan taufiq untuk membantu saudara-saudara kami dari bentuk bantuan apapun, dari segala jenis bantuan moril, media, dan materil. Ya Allah musnahkanlah, binasakanlah, usirlah para penjajah, mereka yang Engkau murkai, mereka yang telah melakukan kerusakan di muka bumi, mereka yang telah bersewenang-wenang dan orang-orang yang ikut andil membantu mereka. Aamiin Yaa Rabbal aalamiin Jamaah Jumat yang berbahagia Demikian khutbah pertama ini, semoga Allah Ta’ala memenangkan kaum muslimin dari para musuh-Nya بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ Wallahu a’lam Jamaah jumat yang berbahagia, demikian khutbah pertama ini بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلَ الله مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ Khutbah Kedua الْحَمْدُ للهِ عَلَى إِحْسَانِهِ، وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيقِهِ وَامْتِنَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَلَّا إِلَهَ إِلَّا اللهُ تَعْظِيمًا لِشَانِهِ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الدَّاعِي إِلَى رِضْوانِهِ، صَلَّى اللهُ عَليْهِ وَعَلى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَعْوَانِهِ وَسَلَّمَ تَسْلِيمًا كَثِيرًا یَـٰۤأَیُّهَا ٱلنَّاسُ ٱتَّقُوا۟ رَبَّكُمُ ٱلَّذِی خَلَقَكُم مِّن نَّفۡسࣲ وَ ٰ⁠حِدَةࣲ وَخَلَقَ مِنۡهَا زَوۡجَهَا وَبَثَّ مِنۡهُمَا رِجَالࣰا كَثِیرࣰا وَنِسَاۤءࣰۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ٱلَّذِی تَسَاۤءَلُونَ بِهِۦ وَٱلۡأَرۡحَامَۚ إِنَّ ٱللَّهَ كَانَ عَلَیۡكُمۡ رَقِیبࣰا أَمَّا بَعْدُ Kaum muslimin rahimakumullah Mari memperbanyak shalawat kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ رَبَّنَا تَقَبَّلۡ مِنَّاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلسَّمِیعُ ٱلۡعَلِیمُ رَبَّنَا تُبۡ عَلَیۡنَاۤۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلتَّوَّابُ ٱلرَّحِیمُ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ عِبَادَ اللهِ إِنَّ ٱللَّهَ یَأۡمُرُ بِٱلۡعَدۡلِ وَٱلۡإِحۡسَـٰنِ وَإِیتَاۤىِٕ ذِی ٱلۡقُرۡبَىٰ وَیَنۡهَىٰ عَنِ ٱلۡفَحۡشَاۤءِ وَٱلۡمُنكَرِ وَٱلۡبَغۡیِۚ یَعِظُكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكۡرُ ٱللَّهِ أَكۡبَرُۗ وَٱللَّهُ یَعۡلَمُ مَا تَصۡنَعُونَ سُبۡحَـٰنَ رَبِّكَ رَبِّ ٱلۡعِزَّةِ عَمَّا یَصِفُونَ وَسَلَـٰمٌ عَلَى ٱلۡمُرۡسَلِینَ وَٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَـٰلَمِینَ Penulis Tim Ilmiyah Yayasan Amal Jariyah Indonesia PORTAL JEMBER – Sejak menjelang hari raya Idulfitri, Palestina diteror dengan serangan bom oleh Israel. Hingga kini, hal tersebut masih berlangsung dan memakan banyak korban jiwa. Israel juga mengebom wilayah Gaza yang penuh dengan penduduk sipil dan juga Masjid Al Aqsa yang sedang digunakan untuk beribadah pada bulan suci Ramadan. Berikut PORTAL JEMBER sajikan teks khutbah Jumat untuk salat Jumat pada 21 Mei 2021 dengan tema Doa untuk Palestina. Teks Khutbah ini dilansir dari website tentang Doa untuk Palestina. Berikut teks khutbahnya. Baca Juga Islam Melarang Suami Membentak Istri, Ternyata Ini 6 Alasannya Khutbah 1عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى يُقَاتِلَ الْمُسْلِمُونَ الْيَهُودَ فَيَقْتُلُهُمُ الْمُسْلِمُونَ حَتَّى يَخْتَبِئَ الْيَهُودِيُّ مِنْ وَرَاءِ الْحَجَرِ وَالشَّجَرِ فَيَقُولُ الْحَجَرُ أَوِ الشَّجَرُ يَا مُسْلِمُ يَا عَبْدَ اللَّهِ هَذَا يَهُودِيٌّ خَلْفِي فَتَعَالَ فَاقْتُلْهُ إِلَّا الْغَرْقَدَ فَإِنَّهُ مِنْ شَجَرِ الْيَهُودِ *مسلم Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah saw bersabda” Tidak akan terjadi kiamat sehingga kaum muslimin berperang dengan Yahudi. Maka kaum muslimin membunuh mereka sampai ada seorang Yahudi bersembunyi di belakang batu-batuan dan pohon-pohonan. Dan berkatalah batu dan pohon”wahai muslim wahai hamba Allah ini Yahudi di belakangku, kemari dan bunuhlah ia kecuali pohon Gorqhod karena ia adalah pohon Yahudi” HR Muslim Ini adalah salah satu hadits di antara banyak hadits yang menceritakan permusuhan dan peperangan yang terjadi antara umat Islam dengan Yahudi. Lebih dari itu Al-Qur’an sudah sedemikian jelas menceritakan permusuhan abadi antara bangsa Yahudi dengan umat Islam. Allah swt berfirman Keutamaan Baitul MaqdisPertama Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka Baitul Maqdis adalah wilayah yang tidak akan bisa dimasuki oleh Safar ke Masjidil Aqsha dengan tujuan shalat dapat menghapus dosa-dosa dan meninggikan Kemenangan kaum muslimin di akhir zaman ditandai dengan penaklukan Baitul Muslim Palestina Adalah Urusan Umat Islam Materi Khutbah Jumat Muslim Palestina Dizalimi Lagi, Saatnya Berbagi Oleh Abdul Halim Tri Hantoro, * Link download PDF materi khutbah Jumat ada di akhir tulisan الْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِي أَسْرَى بِعَبْدِهِ لَيْلاً مِنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ اْلاَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ ءَايَاتِنَا إِنَّه هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ. أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ. أَمَّا بَعْدُ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا فَإنّ أَصْدَقَ الْحَدِيْثِ كِتَابُ اللهِ، وَخَيْرَ الْهَدْىِ هَدْىُ مُحَمّدٍ صَلّى الله عَلَيْهِ وَسَلّمَ، وَشَرّ اْلأُمُوْرِ مُحْدَثَاتُهَا، وَكُلّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةً، وَكُلّ ضَلاَلَةِ فِي النّارِ. أَمَّا بَعْد Segala puji hanya milik Allah Ta’ala semata. Dialah yang telah memperjalankan hamba-Nya yang mulia, yaitu Nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam pada malam Isra Mi’raj dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina yang diberkahi sekelilingnya, agar Allah perlihatkan tanda-tanda kebesaran-Nya, dan bahwasanya Allah Maha Mendengar dan Maha Melihat. Shalawat dan salam semoga tercurah untuk baginda Rasulullah Muhammad shallallahu alaihi wasallam imam para Nabi dan Rasul pada peristiwa Isra’ sebelum mi’rajnya. Semoga keselamatan juga Allah curahkan untuk keluarga, sahabat dan umatnya yang selalu berpegang teguh kepada ajarannya. Kami wasiatkan kepada diri kami juga kepada jamaah sekalian untuk senantiasa meningkatkan kualitas takwa kepada Allah subhanahu wata’ala dengan sebenar-benar ketakwaan, dalam arti selalu tunduk dan patuh terhadap segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya. Allah azza wajalla berfirman, يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقٰىتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kepada Allah sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim.” QS. Ali Imran 102 Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Peristiwa Isra’ Mi’raj adalah peristiwa bersejarah yang sangat menakjubkan. Pada peristiwa tersebut, dengan segala kuasa-Nya, Allah subhanahu wata’ala memperjalankan nabi Muhammad shallallahu alaihi wasallam dari masjidil Haram menuju masjidil Aqsha. Kemudian dilanjutkan dari Masjidil Aqsha menuju Sidratul Muntaha. Jarak antara Mekkah tempat masjidil Haram berada dengan Yerussalem tempat masjidil Aqsha berada jauhnya sekitar kilo meter. Ditambah lagi jarak antara masjidil Aqsha dengan Sidratul Muntaha kita tidak ketahui seberapa jaraknya. Jarak yang sedemikian jauh tersebut hanya ditempuh dalam 1 malam saja. Artikel Tsaqafah Masjidil Aqsha, Inikah Keutamaanmu yang Sangat Luar Biasa Itu? Oleh karena itulah, masjidil Haram yang berada di Mekkah dan masjidil Aqsha yang berada dalam satu kompleks Baitul Maqdis tersebut Allah subhanahu wata’ala takdirkan sebagai tempat yang sangat mulia. Allah berfirman, سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ “Mahasuci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya Muhammad pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda kebesaran Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar, Maha Melihat.” QS. Al-Isra’ 1 Allah berfirman, وَنَجَّيْنٰهُ وَلُوْطًا اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْناَ فِيْهَا لِلْعٰلَمِيْنَ “Dan Kami selamatkan dia Ibrahim dan Lut ke sebuah negeri yang telah Kami berkahi untuk seluruh alam.” QS. Al-Anbiya’ 71 Inilah hikayat Nabi Ibrahim alaihissalam dalam perjalanannya melakukan hijrah pertama kali menuju Baitul Maqdis dan negeri Syam. Allah berfirman, وَاَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِيْنَ كَانُوْا يُسْتَضْعَفُوْنَ مَشَارِقَ الْاَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ … “Dan Kami wariskan kepada kaum yang tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi…” QS. Al-A’raf 137 Di dalam kisah Nabi Sulaiman alaihissalam, Allah berfirman, وَلِسُلَيْمٰنَ الرِّيْحَ عَاصِفَةً تَجْرِيْ بِاَمْرِهٖٓ اِلَى الْاَرْضِ الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَاۗ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عٰلِمِيْنَ “Dan Kami tundukkan untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. Al-Anbiya’ 81 Ketika al-Quran membicarakan tentang kenyamanan hidup para penduduk negeri Saba’ di Yaman, maka kemudian Allah berfirman, وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِيْ بٰرَكْنَا فِيْهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَّقَدَّرْنَا فِيْهَا السَّيْرَۗ سِيْرُوْا فِيْهَا لَيَالِيَ وَاَيَّامًا اٰمِنِيْنَ “Dan Kami jadikan antara mereka penduduk Saba’ dan negeri-negeri yang Kami berkahi Syam, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu jarak-jarak perjalanan. Berjalanlah kamu di negeri-negeri itu pada malam dan siang hari dengan aman.” QS. Saba’ 18 Negeri yang diberkahi dalam ayat di atas, yang tidak kalah nyamannya dengan negeri kaum Saba’ sebagaimana di jelaskan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma adalah negeri Baitul Maqdis. Materi Khutbah Jumat Waspadalah Terhadap Kaum Perusak Agama Islam! Al-Quran juga menyifati tanah Baitul Maqdis adalah tanah yang subur bagi tumbuhnya berbagai macam tanaman. Airnya juga mengalir dari mata air-mata air yang deras. Allah berfirman, وَجَعَلْنَا ابْنَ مَرْيَمَ وَاُمَّهٗٓ اٰيَةً وَّاٰوَيْنٰهُمَآ اِلٰى رَبْوَةٍ ذَاتِ قَرَارٍ وَّمَعِيْنٍ “Dan telah Kami jadikan Isa putra Maryam bersama ibunya sebagai suatu bukti yang nyata bagi kebesaran Kami, dan Kami melindungi mereka di sebuah dataran tinggi, tempat yang tenang, rindang dan banyak buah-buahan dengan mata air yang mengalir.” QS. Al-Mu’minun 50 Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Keutamaan Baitul Maqdis Negeri Palestina memiliki keutamaan tersendiri di lubuk hati pribadi kaum muslimin yang lurus dan benar keimanannya. Di dalamnya ada masjid yang sangat dimuliakan Allah sehingga orang beriman didorong untuk mendatangi dan memuliakannya. Di antara keutamaannya adalah sebagaimana yang diterangkan dalam berbagai riwayat yang shahih berikut Pertama Masjidil Aqsha adalah masjid kedua yang dibangun di muka bumi. Masjidil Aqsha yang ada di dalam kompleks Baitul Maqdis adalah Masjid Kedua yang ada di bumi setelah Masjidil Haram. Dari Abu Dzar Radhiyallahu anhu beliau berkata, قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ مَسْجِدٍ وُضِعَ أَوَّلَ قَالَ الْمَسْجِدُ الْحَرَامُ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ ثُمَّ الْمَسْجِدُ الْأَقْصَى قُلْتُ كَمْ كَانَ بَيْنَهُمَا قَالَ أَرْبَعُونَ ثُمَّ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ بَعْدُ فَصَلِّهِ فَإِنَّ الْفَضْلَ فِيْهِ وَفِيْ رِوَايَةٍ أَيْنَمَا أَدْرَكَتْكَ الصَّلَاةُ فَصَلِّ فَهُوَ مَسْجِدٌ “Aku bertanya, Wahai, Rasulullah, masjid manakah yang pertama kali dibangun?’ Beliau menjawab, Masjidil Haram’. Aku bertanya lagi, Kemudian masjid mana?’ Beliau menjawab, Kemudian Masjidil Aqsha’. Aku bertanya lagi, Berapa jarak antara keduanya?’ Beliau menjawab, Empat puluh tahun. Kemudian di mana pun shalat menjumpaimu setelah itu, maka shalatlah di sana, karena keutamaan ada padanya’. Dan dalam riwayat lainnya, Di mana pun waktu shalat mendatangimu, maka shalatlah di sana, karena ia adalah masjid.’ HR Al-Bukhari dan Muslim, dari Abu Dzar Kedua Baitul Maqdis adalah wilayah yang tidak akan bisa dimasuki oleh Dajjal. Sebagaimana diriwayatkan oleh Junadah bin Abi Umayyah, dia berkata Kami mendatangi seorang Anshar sahabat Nabi shallallahu alaihi wasallam. Kami menemuinya dan bertanya, “Ceritakanlah kepada kami apa yang engkau dengar dari Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.” Kemudian dia menyebutkan hadits tersebut. Di dalamnya ada kalimat, ‌عَلَامَتُهُ ‌يَمْكُثُ ‌فِي ‌الْأَرْضِ ‌أَرْبَعِينَ ‌صَبَاحًا، يَبْلُغُ سُلْطَانُهُ كُلَّ مَنْهَلٍ، لَا يَأْتِي أَرْبَعَةَ مَسَاجِدَ الْكَعْبَةَ، وَمَسْجِدَ الرَّسُولِ، وَالْمَسْجِدَ الْأَقْصَى، وَالطُّورَ “Tandanya dia akan tinggal di bumi selama 40 hari. Ia akan menguasai segala penjuru namun ia tidak akan mampu mendatangi empat masjid, Ka’bah, Masjid Nabi, Masjidil Aqsha dan at-Thur.” HR. Ahmad dan para perawinya Tsiqah Ketiga Safar ke Masjidil Aqsha dengan tujuan shalat dapat menghapus dosa-dosa dan meninggikan derajat. Sebagaimana diterangkan oleh sahabat Abdullah bin Amru, bahwasanya Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‌لَمَّا ‌فَرَغَ ‌سُلَيْمَانُ ‌بْنُ ‌دَاوُدَ ‌مِنْ ‌بِنَاءِ ‌بَيْتِ ‌الْمَقْدِسِ، ‌سَأَلَ ‌اللَّهَ ‌ثَلَاثًا حُكْمًا يُصَادِفُ حُكْمَهُ، وَمُلْكًا لَا يَنْبَغِي لَأَحَدٍ مِنْ بَعْدِهِ، وَأَلَّا يَأْتِيَ هَذَا الْمَسْجِدَ أَحَدٌ لَا يُرِيدُ إِلَّا الصَّلَاةَ فِيهِ، إِلَّا خَرَجَ مِنْ ذُنُوبِهِ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ ” فَقَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَمَّا اثْنَتَانِ فَقَدْ أُعْطِيَهُمَا، وَأَرْجُو أَنْ يَكُونَ قَدْ أُعْطِيَ الثَّالِثَةَ “Tatkala Sulaiman bin Dawud alaihissallam selesai membangun Baitul Maqdis, dia meminta kepada Allah azza wajalla tiga hal. Hukum yang sesuai dengan hukum Allah azza wajalla, kerajaan yang tidak pernah diberikan seorangpun setelahnya dan agar seseorang yang mendatangi masjid ini untuk mengerjakan shalat di dalamnya, dosa-dosanya keluar sebagaimana dia keluar dari rahim ibunya. Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda adapun yang kedua aku telah diberi dan aku berharap akan diberi yang ke tiga.” HR. Ahmad, Nasa’i, dan Ibnu Majah Keempat Kemenangan kaum muslimin di akhir zaman ditandai dengan penaklukan Baitul Maqdis. Dari hadits Auf bin Malik, bahwasanya ia mendengar Nabi shallallahu alaihi wasallam bersabda, ‌اعْدُدْ ‌سِتًّا ‌بَيْنَ ‌يَدَيِ ‌السَّاعَةِ ‌مَوْتِي، ‌ثُمَّ ‌فَتْحُ ‌بَيْتِ ‌المَقْدِسِ “Hitunglah enam hal sebagai tanda kiamat; yaitu di antaranya kematianku dan kemenangan Baitul Maqdis.” HR. Al-Bukhari Urusan Muslim Palestina Adalah Urusan Umat Islam Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Sejak akhir Ramadhan lalu hingga detik ini, hati umat Islam sedunia tersayat-sayat melihat peristiwa yang menimpa kaum muslimin di sekeliling Baitul Maqdis. Bagaimana hati umat Islam tidak tersayat-sayat, saudara sesama muslim yang sedang khusyuk shalat Isya dan shalat Tarawih di Baitul Maqdis tiba-tiba saja diserang oleh tentara Yahudi. Sesungguhnya masalah al-Quds menjadi amanah semua kaum muslimin yang memiliki hak terhadap bumi berkah tersebut. Mereka wajib menolong secara langsung atau tidak langsung dengan berbagai macam bentuk pertolongan. Karena hal itu merupakan perintah nash kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wasallam. Kita bisa bayangkan sendiri, bagaimana ketika kita sedang melaksanakan shalat Isya dan shalat Tarawih berjamaah di masjid dengan khidmat, lalu tiba-tiba dari arah belakang sepasukan tentara menembaki kita. Tentu situasi seperti itu sangat mencekam dan menakutkan. Bahkan mungkin kita aka sesgera membatalkan shalat dan langsung lari mencari perlindungan. Artikel Sejarah Maryam, Perempuan Suci Penjaga Baitul Maqdis Itulah yang sedang dirasakan saudara-saudara muslim kita di baitul Maqdis akhir Ramadhan lalu. Apakah aksi kekerasan yang dilakukan oleh pasukan Yahudi itu sudah berakhir? Belum. Aksi kekerasan dan perampasan hak di sana masih berlangsung hingga detik ini. Pasukan Yahudi yang suka menentang perintah Allah subhanahu wata’ala tersebut bahkan saat ini lebih sadis lagi. Mereka juga melakukan pengeboman dengan pesawat tempur. Kantor berita mereka hancurkan. Bangunan-bangunan pemukiman warga mereka runtuhkan. Ratusan saudara kita meninggal akibat serangan brutal tak berperikemanusiaan ini. Di antara mereka, ada anak-anak yang masih balita dan masih bayi juga turut menjadi korban. Dan saudara-saudara kita di sana hanya mampu membalasnya dengan lemparan batu, sambil menangis mereka berteriak, apa salah kami.. apakah karena kami muslim?! Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Apakah penderitaan saudara-saudara kita di Baitul Maqdis ini adalah pertama kali terjadi? Tidak. Ini adalah aksi kekerasan yang terjadi sekian kalinya sejak bangsa Yahudi pendatang dari Jerman setelah diusir Hitler ini mulai banyak merampas tanah Palestina. Hampir setiap tahun bangsa yang telah Allah laknat ini melakukan kekerasan terhadap saudara muslim Palestina. Banyak informasi palsu yang beredar, seperti warga muslim Palestina ingin merebut tanah milik Yahudi, warga muslim Palestina lah yang memulai penyerangan, ada teroris yang bersembunyi di dalam pemukiman warga Palestina, dan lain sebagainya. Ada pula yang menyebar opini bahwa peristiwa yang dialami oleh warga muslim Palestina saat ini adalah urusan mereka sendiri, kita yang di luar Palestina tak perlu ikut campur, tak perlu repot-repot kirim bantuan, bantuannya diberikan ke warga sekitar saja, dan lain sebagainya. Saudaraku, ketahuilah, bahwa itu semua adalah tipu daya yang dibuat oleh bangsa Yahudi yang telah nyata dilaknat oleh Allah subhanahu wata’ala dan Rasul-Nya. Itu semua adalah informasi palsu yang sengaja disebarkan oleh orang-orang yang mendukung penjajahan Yahudi di tanah Baitul Maqdis berada. Melalui media massa offline dan online, masyarakat dunia sedang dikelabui oleh zionis Yahudi yang ingin merampas hak dan wilayah milik warga muslim Palestina. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah Kemerdekaan adalah hak segala bangsa. Dan penjajahan di atas dunia harus dihapuskan. Kaum muslimin adalah satu tubuh. Ini adalah prinsip persaudaraan dalam Islam. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, الْمُؤْمِنُ لِلْمُؤْمِنِ كَالْبُنْيَانِ يَشُدُّ بَعْضُهُ بَعْضًا “Orang beriman terhadap orang beriman lainnya bagaikan satu bangunan yang satu sama lain saling menguatkan.” HR. Al-Bukhari No. 2446 Orang-orang yang tidak suka dengan kejayaan Islam ingin melenyapkan prinsip persaudaraan dalam Islam yang sangat fundamental ini. Oleh sebab itu, hendaknya setiap muslim menyadari akan hal ini. Hendaknya setiap muslim memberitahukan kepada saudara muslim lainnya akan rencana jahat pihak-pihak yang memusuhi Islam ini. Maka, mari kita bangun rasa empati, rasa peduli, dan rasa persaudaraan dalam ikatan iman ini. Muslim Palestina adalah saudara kita. Ibarat kita adalah organ tangan bagian kanan, maka mereka adalah organ tangan bagian kiri. Jika mereka merasakan sakit, maka kita juga ikut sakit. Jika mereka bahagia, maka kita juga bahagia. Jika mereka menderita, maka kita juga akan merasakan penderitaan mereka. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, مَثَلُ الْمُؤْمِنِينَ فِي تَوَادِّهِمْ، وَتَرَاحُمِهِمْ، وَتَعَاطُفِهِمْ مَثَلُ الْجَسَدِ إِذَا اشْتَكَى مِنْهُ عُضْوٌ تَدَاعَى لَهُ سَائِرُ الْجَسَدِ بِالسَّهَرِ وَالْحُمَّى “Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam hal saling mengasihi, mencintai, dan menyayangi bagaikan satu tubuh. Apabila ada salah satu anggota tubuh yang sakit, maka seluruh tubuhnya akan ikut terjaga dan panas turut merasakan sakitnya.” HR. Al-Bukhari No. 6011; HR. Muslim No. 2586 Mari bantu saudara kita di Palestina dengan bantuan yang dapat kita lakukan. Jika tak mampu membantu dengan fisik, kita bantu dengan harta. Sisihkan harta kita untuk membantu meringankan mereka. Alhamdulillah, Allah subhanahu wata’ala memberi kemudahan kepada saudara-saudara kita yang bergerak di bidang kemanusiaan untuk dapat menyalurkan bantuan secara langsung kepada saudara-saudara kita di Palestina. Artikel Fikih Doa Mustajab, Apa dan Bagaimana? Pilihlah lembaga kemanusiaan yang kita yakini amanah dalam menyalurkan bantuan, lalu donasikan harta ke lembaga tersebut. Jika kita tidak mampu membantu dengan harta, maka panjatkan doa untuk keselamatan, kesabaran, dan kemenangan bagi mereka. Dan inilah bentuk solidaritas kita yang paling lemah. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda, مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يَدْعُو لأَخِيهِ بِظَهْرِ الْغَيْبِ إِلاَّ قَالَ الْمَلَكُ وَلَكَ بِمِثْلٍ “Tidaklah seorang muslim mendoakan kebaikan bagi saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya, melainkan malaikat akan berkata, “Dan bagimu juga kebaikan yang sama.” HR. Muslim No. 2732 Jika bukan kita, siapa lagi yang akan membantu mengobati luka mereka? Jika bukan kita, siapa lagi yang akan mengobati tangis mereka? Jika bukan kita, siapa lagi yang akan mendukung mereka menuju kemerdekaan dari penjajahan Yahudi? Semoga Allah subhanahu wata’ala melimpahkan kesabaran dan ketabahan kepada saudara-saudara kita yang saat ini sedang dizalimi dan dirampas haknya oleh kaum Yahudi di bumi Baitul Maqdis. Semoga Allah subhanahu wata’ala segera memberikan kemenangan kepada kaum muslimin, dan melenyapkan kezaliman kaum Yahudi. Semoga Allah subhanahu wata’ala beri kita kemampuan untuk membantu saudara kita muslim Palestina, hingga mereka menemukan kebahagiaan dan kemerdekaan yang selama ini mereka impikan. Jamaah shalat Jumat rahimakumullah بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ بما فيه مِنَ الآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. وَتَقَبَّلْ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنّهُ هُوَ السَّمِيْعُ اْلعَلِيْمُ.. فَاسْتَغْفِرُوْا اِنَّهُ هُوَ اْلغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ KHUTBAH KEDUA أَحْمَدُ رَبِّي وَأَشْكُرُهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ نَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ حَيْثُ قَالَ تَبَارَكَ وَتَعَالَى، أَعُوْذُ بِاللهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ اللهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالمسْلِمَاتِ وَالمؤْمِنِيْنَ وَالمؤْمِنَاتِ الأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالأَمْوَاتِ إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعْوَةِ اَللَّهُمَّ أَنْجِ إِخْوَانَنَا الْمُسْلِمِيْنَ الْمُسْتَضْعَفِيْنَ فِيْ فلسطين، اَللَّهُمَّ الْطُفْ بِهِمْ وَارْحَمْهُمْ وَأَخْرِجْهُمْ مِنَ الضِّيْقِ وَالْحِصَارِ. اَللَّهُمَّ تَقَبَّلْ مِنْهُمُ الشُّهَدَاءَ وَاشْفِ مِنْهُمُ الْمَرْضَى وَالْجَرْحَى، اللَّهُمَّ كُنْ لَهُمْ وَلاَ تَكُنْ عَلَيْهِمْ، فَإِنَّهُ لاَ حَوْلَ لَهُمْ وَلاَ قُوَّةَ إِلاَّ بِكَ اَللَّهُمَّ انْصُرِ الْمُجَاهِدِيْنَ فِيْ فِلِسْطِيْنَ وَفِيْ كُلِّ مَكَانٍ وَزَمَانٍ اللَّهُمَّ سَدِّدْ رَمْيَهُمْ وَوَحِّدْ صُفُوْفَهُمْ، وَاجْمَعْ كَلِمَتَهُمْ عَلَى الْحَقِّ، يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ وَصَلَّى اللهُ عَلَى نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ و َمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدّيْن وَآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لله رَبِّ الْعَالَمِيْنَ عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْي يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ وَاذْكُرُوا اللهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرْ Download PDF Materi Khutbah Jumat Muslim Palestina Dizalimi Lagi, Saatnya Berbagi di sini DOWNLOAD PDF Semoga bermanfaat!

khutbah jumat tentang palestina